Caleg Nekad
Berakit rakit kehulu berenang-renang ketepian. Bersakit sakit dahulu baru mati kemudian. Kiranya pantun diatas sangat tucok diarahkan kepada dua orang caleg didaerah saya.
Ah saya jadi ngomong politik. Padahal saya udah berjanji utk tidak membahas hal ini dalam blog saya. Bukannya apa, saya takut nanti dicalonkan menjadi caleg disebuah partai. PARTAI BLOGGER GUREM. Hiks
Alih-alih ga bisa tidur malam ini lantaran kebanyakan minum kopi dan makan jagung bakar, jadilah saya menulis postingan ini. Sesekali melirik ke arah TV sambil menyaksikan duel classic antara Juventus versus Napoli dalam lanjutan liga seri-a italia yang disiarkan oleh Trans7
Dua orang teman (bukan sahabat atau sobat, sekali lagi cuma teman) mencoba peruntungannya didunia politk. Si A mengusung bendera PAN dan si B mengusung bendera PDIP
Kedua orang ini tidak memiliki latar belakang organisasi yang baik. Si A seorang sarjana, sarjana ilmu sosial tapi jarang bersosialisasi.Pernah satu ketika jalan motor yang ada disamping rumahnya dia tutup lantaran berisik katanya. Sontak seluruh tukang ojek rame2 berdemo dirumahnya.
Si B, sang PBB alias Pengangguran Besar Besaran. Hanya aktif di PDIP sebagai partisan yang bertugas membagi-bagikan kaos partai pada setiap orang yang ia kenal (sekali lagi kepada orang yang ia kenal) pada pemilu tahun lalu. Kerjanya sehari hari hanya mengantarkan isterinya pergi ke kantor dengan sedannya yang dia dapatkan hasil korupsi jerih payahnya, barangkali siy. Dan jabatannya sekarang sebagai koordinator satpam komplek yang tak bergaji.
Saya heran sama dua orang ini. Ga punya pendukung kok berani2nya mendaftar jadi caleg. Apa para pemimpin di DPC dikedua partai itu pada buta?? Entahlah.. saya merasa aneh ajah.
Obrolan diwarung kopi Mang Djaya begitu hangat. Mencibir kedua orang yang nekad ini. Dan mereka memastikan bahwa pada saat penghitungan suara nanti, paling banter mereka berdua ini mendapat 20 suara, itu terjadi lantaran yang mencontreng namanya adalah keluarga mereka sendiri…Kesian dech… *meliuk-liukan jari telunjuk kemuka dua orang ini*
Pemilu lalu yang paling banyak meraih suara di komplek ini adalah Partai Demokrat dan PKS. Tp saya heran, kok ga ada spanduk PKS kali ini? Apa meraka berkampanye secara sembunyi2 atau door to door? Tp kok rumah saya ndak didatangi. Malah ada orang iseng memasang stiker caleg dari PDIP di pintu jendela rumah saya. Mana orangnya kumisan lagi. Sy paling alergi sama orang berkumis. Aseem
Tags: caleg, nekad | Kategori Pendapat | Khairuddin Syach
Artikel Terkait Berdasarkan Kategori
- » Analisa Konten Yang Menghasilkan Klik Pada PPC
- » Ah Spammer, Gitu Dech
- » Segera Update Blog
- » Biaya Masuk SMP Negeri
- » Anas Urbaningrum Jadi Ketum Partai Demokrat
- » Pola Hidup Konsumtif Tak Terhindarkan
- » Film Menculik Miyabi Lulus Sensor, Nonton Yuk
- » Sensus Penduduk 2010, What For?
- » Tsunami Matahari 2013, Serem
- » Akibat Banyak Duduk, Terancam Kematian
- » Hasil Chatting Bersama Admin Beritajitu.com
- » Website Murah
» Yamaha Byson- » Antara Iya dan Tidak
- » Spambots dan Cara Mengatasi Komentar Spam







Sy sentiasa berdoa agar sekiranya telah di beri keimanan dan ketakwaan dalam diri , ia berkekalan sehingga akhir hayat. Jadi selagi hayat kita di kandung badan, berbuatlah baik , berpikiran positif, janganlah suka menganiaya org lain, SUCIkan hati kita coz apa yg kita lakukan di dunia akan dinilai di akhirat kelak . ^^.


Telah terjadi Pembohongan Publik!
warung mang djaya?
aayy…ngota’i
dak katek mang djaya buka warung!
wah juventus itu dulu idolaku mas.. waktu masih kos asyik banget nonton bola bareng2. nggak tahu kenapa sekarang udah keluarga males banget nonton sepak bola.
waktu taon 2007 dq sempat kumisan mang,
tp skarang gak lagi.., ribet klo minum kopi atawa apapun suka nempel-nempel di kumis….aseeeeeeemmm
sayah netral aja….
Sampai Kempes ikut PKS…
Sebuah usaha untuk memperbaiki hidup saya rasa sah-sah saja mas
Siapa tahu nanti ada pemilih yang nyasar mas,sehingga model caleg seperti ini hanya modal mencari keberuntungan saja kayaknya
wah ditempat aq juga banyak loh striker2 yang ta diundang kagak tahu dipasang jam berapa so tiap kali mereka pasang aq cabut…tapi tetap ajah ada….
yowis… sana kamu ndaftar… aku dukung deh…
Begitulah sekarang lembaga legislatif sudah berubah menjadi ladang mencari mata pencaharian, tak ada lagi idealisme untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, semua sudah money oriented
Melanjutkan komen di atas;
Iya saya juga merasa heran dengan banyaknya caleg dengan protipe seperti si A dan si B itu, apakah partai yang mengusung mreka itu tak punya aturan penjaringan yang baik? Atau kalau pun telah mempunyai aturan, aturan yang pastinya menurut saya itu ngawur.
Rakyat Indonesia jangan dibodohi wahai partai, kalau partai Anda bener memperjuangkan rakyat; buatlah aturan / mekanisme yang baik untuk menyaring caleg sebelum mengusungnya lewat partai Anda. Jadilah partai yang bukan sekedar mengejar kekuasaan, tapi jadilah partai yang benar – benar membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Sekian, terima kasih.
Let me be your PERTAMAX