Khairuddin Syach Weblog |

Festival Museum Nusantara

Jakarta Hujan, Udara Dingin, Tumben

Saturday Jan 16, 2010

Tak seperti biasanya tubuhku menggigil tadi malam. Biasanya kipas angin ukuran 16″ selalu aku pantengin kearah kasur. Tapi semalam Jakarta hujan, udara dingin. Kok tumben dingin yah…

Apakah ditempat sahabat udara dingin juga?


Terdampar

Saturday Dec 12, 2009

Perjalanan panjang yang ku lalui bersama biduk yang terbuat dari kayu tanpa mesin penggerak itu tersendat. Terdampar disbuah pulau hantu tanpa penghuni. Keheningan yang mencekam sepanjang malam membuat bulu kudukku merinding nyaris tiada henti. Mencoba menghibur diri dengan bersenandung, lirih, perih. Inikah rasanya terdampar dipulau hantu?

Malam terasa teramat sangat lama untuk berlalu, sementara lelahku tak jua sirna meski beberapa tetes obat penghilang nyeri aku balurkan di kedua kakiku yang terasa kaku. Aku bersandar disebuah batang pohon yang rindang tanpa buah itu, merenung sejenak lalu mengangkat kedua tangan keatas, menengadah, pasrah “Sesungguhnya hanya engkaulah Zat Yang Maha Penolong. Berikan aku kekuatan untuk lewati malam gelap dan mencekam ini. Amin”

Sinar matahari pagi pancarkan sinarnya diantara rimbunnya daun, tepat menghujam tajam menusuk kedua belah mataku. Aku terbangun. Terperanjat.Busyet..ngapaian gw disini..??!!!

Oh God, ternyata gw tertidur dibawah pohon besarĀ  di Taman Situ Gintung Ciputat. Gw baru ingat semalam aku dan Panca sibuk melakukan optimasi namun dalam dua kontes yang berbeda. Panca sibuk di Astaga.com Lifestyle on The Net, sedangkan gw masih sibuk mencari backlink untuk blog Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini

Tapi Panca kemana yach, kok tinggalkan daku dalam sepi seorang diri ? Lebaii….


Menepis Segala Ragu

Tuesday Oct 20, 2009

Meski langkahku tak lagi sekuat dahulu, namu aku masih bisa berjalan. Ku harus menepis segala ragu yang tiba-tiba ingin menghentikan langkahku. Keraguan adalah sebuah sikap yang tidak baik. Kuatkan lagi langkah, susun rencana baru dan segera tepis semua ragu.

Seorang sahabat mencoba menasehati disaat aku ragu. Tak perlu ragu. Kamu harus yakin bahwa kamu mampu berjalan lebih jauh lagi. Lebih jauh lagi. Aku percaya bahwa kamu masih mampu untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Begitu kata mister Marsudiyanto disuatu malam lewat percakapan skype yang akan berencana nikah lagi karena biaya menikah itu murah katanya hihhihi… Makasih mister.

Sampai bosan saya menulis kalimat Mengembalikan Jati Diri Bangsa dalam setiap postingan. Andai kontes seo itu berakhir besok….,

Jakarta Medio October 2009