Khairuddin Syach Weblog |

Festival Museum Nusantara

Objek Wisata Pandeglang-Pantai Carita

Saturday Oct 3, 2009

Visit-Indonesia-Year-2009Suer aku ga ikutan kontes Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang. Namun hari ini aku benar-benar berkunjung ke objek wisata di Pandeglang, Banten, tepatnya Pantai Carita. Pantai nan elok dan bebas bakteri.

Cuaca mendung menyambut kedatangan kami setibanya di objek wisata Pantai Carita Pandeglang, Banten.Turun dari bus Pariwisata Hiba Utama, kami langsung menggelar tikar ditepi pantai yang kami sewa dari pedagang setempat. Lima ribu rupiah untuk satu lembar tikar. Acara makan siangpun dimulai. Menunya tidak terlalu istimewa. Hanya ayam bakar dan ikan asin yang telah disiapkan dari rumah oleh panitia pelaksana ‘Silaturahmi Keluarga Besar Saimin’

Berenang di pantai adalah satu favorit saya ketika berlibur disini. Ini adalah kunjungan ketiga saya selama berada di Jakarta sejak 1995 silam. Dengan menggunakan ban karet yang kami sewa sebesar lima ribu rupiah perbuah, kami langsung menuju ke tengah laut. Berenang.

Cuaca mendung. Ombak laut semakin tinggi. Tapi kami tak juga beranjak dari tengah laut. Suara debur ombak pantai carita berbaur jadi satu dengan suara kapal boat yang hilir mudik mengantarkan pengunjung berkeliling laut carita. O ya, tarif kapal boat disini sebesar lima ribu rupiah per orang. Sedangkan tarif untuk banana boat sebesar sepuluh ribu per orang. Cukup murah, bukan?

Setelah merasa puas berada ditengah laut, saya dan beberapa teman main pasir dibibir pantai. Membangun rumah dari pasir adalah hal yang paling kami sukai. Hal ini tentu mengingatkan kenangan masa lampau ketika saya sering membuat rumah pasir di Pasir Putih Lampung ketika saya masih SD. Masih teringat jelas memori itu dan hari ini saya melakukannya lagi.

Tadi salah satu sahabat saya ditegur sama penduduk setempat. Karena melakukan adegan kissing dibibir pantai. Syukurin lho! hihihi… Mungkin maksudnya ingin meniru adegan bintang-bintang Bollywood. Namun apa daya disini bukan India. Ini Indonesia sobat. So, janganlah melakukan perbuatan yang tidak senonoh dimuka umum.

Ada hal-hal yang harus kita persiapkan sebelum mengunjungi objek wisata pantai carita, diantaranya tentu saja duit. Lalu jangan lupa membawa kaca mata renang dan celana renang. Tidak perlu membawa sun block. Karena seperti pengalaman yang sudah-sudah, disini jarang terlihat sinar matahari. Andaikan adapun tidak akan membuat kulit kita terbakar. Karena panasnya tidak seberapa. Mungkin karena lokasinya persis dipinggiran bukit hijau nan asri.

Salah satu yang membuat saya ingin selalu mengunjungi pantai carita adalah karena pantai ini bersih. Bebas sampah dan pedagangnya yang ramah tamah. Dan yang terpenting tidak ada premannya. Disamping itu kamar bilas dan toilet tersedia cukup banyak dan airnya  bersih. Ditambah lagi banyak terdapat kios yang menjual aneka macam marchendise ala pantai carita dan warung makan yang menyediakan menu yang beraneka ragam. Kekurangannya cuma satu. Gw ga bawa duit banyak. Jadi tidak bisa membeli oleh-oleh untuk teman-teman blogger yang sering mampir kemari :lol:

Sudahkan sahabat sekalian mengunjungi Pantai Carita? Kalau belum, mudah-mudahan suatu saat nanti kita dapat menggelar acara kopdar disana. Jangan takut masalah tempat tidur. Disana banyak terdapat penginapan yang lokasinya persis menghadap ke laut. Indah sekali. Tapi tahun kapan kopdar itu bisa terealisir. Waktulah yang akan menjawabnya.

Pantai Carita Pandeglang Banten 3 Oktober 2009

Pantai Carita Pandeglang Banten 3 Oktober 2009


Selamat Hari Raya 1430H

Monday Sep 21, 2009

emasSehari menjelang hari raya idul fitri 1430 H kesibukan sudah terlihat di pasar tradisional ciputat-Tangerang-Banten. Pasar penuh sesak oleh para pengunjung yang hendak berbelanja untuk kebutuhan lebaran esok hari. Untuk memasuki pasar, pengunjung harus rela berdesakan. Aroma tak sedap (bau ketek) menusuk hidung. Demi sebuah misi, harus ikut berdesakan juga.

Toko Emas menjadi incaran para ibu-ibu rumah tangga berkantong tebal. Toko Emas Permata yang tepat berada ditepi jalan Dewi Sartika yang menenpati ruangan seluas 1.5 x 6 meter, penuh sessak oleh ibu-ibu dan anak-anak. Pada lebaran tahun ini jumlah pembeli naik hampir seratus persen. Begitu kata mas Yono, salah satu pedagang emas ditoko itu.

petasan-kembang-apiPedagang kaki lima yang menjual kembang api dan petasan tak luput dari perhatian anak-anak. Petasan gangsing adalah petasan yang paling banyak diburu oleh mereka. Sementara kembang api tidak banyak peminatnya. Ujang Loreng menuturkan saat saya menyambangi lapaknya untuk membeli beberapa petasan bola api.

Lebaran identik dengan daging sapi. Harga Rp. 40.000 yang ditetapkan Dinas Peternakan Kabupaten Tangerang untuk HET tidak berlaku disini. Harga daging sapi berkisar antara Rp. 60.000 hingga Rp.80.000,-. Tergantung kepada pembeli bisa menawar atau tidak. Beruntung saya mendapatkan harga terendah.

bumbu-rendangPola hidup masyarakat kota yang ingin serba instant, membuat para pedagang bumbu siap saji menuai untung besar. Harga bumbu rendang dihari biasa hanya Rp.10.000,-/kg, kini melonjak hingga empat kali lipat! Begitu juga harga kelapa parut yang semula Rp.2.500,- perbutir kini harganya mencapai Rp.5.000/butir. Semua harga melonjak naik.

Demikianlah laporan khairuddin syach morat marit langsung dari pasar tradisional ciputat untuk mengembalikan jati diri bangsa. Kini kami kembali ke studio.

Mohon maaf kepada semua sahabat apabila saya dalam memberikan komentar diblog sahabat, ada tulisan-tulisan saya yang kurang berkenan. Kini kita mulai lagi lembaran baru.

Selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1430 H. Mohon Maaf lahir dan Bathin.


Cilandak Town Square Big Sale

Thursday Sep 17, 2009

Cubitus Big Sale at Citos JKS

Ada kejenuhan dalam mengoptimasi keyword mengembalikan jati diri bangsa. Dan saatnya saya menulis kisah baru. Cilandak Town Square Big Sale, cerita tentang diskon gila-gilaan yang terjadi di cilandak twon square Jakarta Selatan.

Mendaapatkan informasi dari sahabat karib tentang adanya big sale di cilandak town square saya segera bergegas kesana bersama keluarga. Pencet nomor blue bird. Selang 5 menit, taksi sudah sampai di depan rumah. Cilandak town square, we are coming. Begitulah kira-kira gambaran kegembiraan hatiku saat taksi dengan perlahan meninggalkan pekarangan rumah menuju lokasi big sale.

Jalanan macet. Di depan kampus UIN kami terjebak macet.  Tak lama memang. Namun sempat mempengaruhi waktu argometer yang berimbas pada kenaikan biaya taksi.

Memasuki pusat perbelanjaan cilandak town square, aroma durian monthong menyambut kedatangan kami sekeluarga. Kepalaku pusing mencium aroma sedap itu. Lebih pusing lagi karena disana banyak wanita cantik yang tubuhnya wangi seperti mangga harum manis :D

Kami langsung menyerbu stand baju anak-anak. Kali ini stand cubitus yang kami ‘geledah’. Ada juga stand yang lain. Namun cubitus lebih keren dari segi mode dan bagi sang pemakainya akan meningkatkan gengsi..halah… Disini ada big sale. Caranya, setiap berbelanja minimal tigaratus ribu, kita dapat diskon seratus ribu. Menarik bukan?

Untuk yang dewasa, kami menyerbu stand Point One. Sepupuku lebih memilih merk ini. Katanya awet dan keren meski harganya lebih mahal. Dan disini juga menggelar big sale. Sama seperti stand cubitus tadi. Setiap berbelanja minimal tiga ratus ribu, kita akan mendapatkan potongan sebesar seratus ribu. Sungguh promosi yang menarik.

Lha aku beli apa? Aku tidak beli apa-apa. Aku cuma nganterin dowang. Pengin sih beli kemeja merk hammer yang keren abis itu, tapi penghasilanku dari paid reiview belum ada. Tidak seperti mister methamarsphose yang sudah mampu menghasilkan uang dua juta rupiah perbulan dari paid review-ngiri mode on.

Bagi sahabat yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, Cilandak Town Square (Citos) patut dijadikan ajang untuk berburu baju branded dengan harga diskon, tepatnya di matahari dept store yang terletak di lantai dua . Ada juga Matahari Dept. Store di Bintaro Plaza Jakarta Selatan, tapi sepengetahuan gw dan berdasarkan kebiasaan tahun-tahun silam, disini tidak ada promo belanja 300.000 discount 100.000. Lagi pula di Bintaro Plaza merk branded tidak sebanyak di Citos. Untuk merk Hammer dan Point One di Bintaro Plaza tidak ada. Tapi di Citos ada.

Inilah sedikit pengalaman berbelanja dan referensi belanja buat sahabat yang tinggal di sekitaran Jakarta. Mungkin ada tempat yang lebih bagus lagi dan memberikan diskon yang lebih besar, misalnya di Pasar Raya Grande Blok M, tapi saya tidak main kesana tahun ini karena lokasi di depan Mall sudah berubah fungsi menjadi area pedagang kaki lima yang sangat semraut dan sangat tidak nyaman.

Atau sahabat ada referensi yang lain?