Cinta Sederhana
Posted by Festival Museum Nusantara | Under Renungan Friday Dec 26, 2008Aku mencintai begitu saja dengan perasaan yang ringan.
Menyayangi dan memeliharanya dengan baik, mencoba mengerti apa yang harus dimengerti, marah disaat kesal, dan sedih dikala keinginan yang tidak tercapai.
Tidak perlu terbang terlalu tinggi ke atas awan serta tidak ada sakit hati sepertiĀ jatuh terhempas ke bumi dari langit yang tinggi.
Bukan karena bunga perasaan kiasan berbunga-bunga terucap, bahkan tak perlu kiasan untuk menunjukan isi hati.
Katakan apa yang ingin kamu katakan dan aku akan mencoba memahami setiap untaian kata.
Pemahaman yang terlambat mungkin, seharusnya ini perasaan yang ada sedari dulu.
Perasaan yang paling sederhana, tanpa beban.
Mencintai bukan hal yang sulit, itulah cinta sederhana yang sekarang ku punya.
Aku, menghargai apa yang ku punya, dan mencintai apa yang kamu punya.
Happy blogging friends
Artikel Terkait Berdasarkan Kategori

segeralah lengkapi dengan kalimat pamungkas : “Menikahlah denganku”.
romantis amat ya. puber keberapa mas?
Enaknya kalau pas tahun baru be-2-an kayak diatas tu ……!
sambil……..(isi ndri aza terusanya..!)
Cinta tak pernah pandang usia
Siapa saja bisa didatanginya
Entah sampai puber ke berapa
Karena cinta itu memang indah adanya
(wah, sok puitis nih…)
Hmmm…indahnya lagi kasmaran…(…lagi…????)
cieee… cieeee.. yang lagi kasmaran..
membuat semua orang menjadi romantis yah
Che….che…..che….. lagi romantis ya bang….aku jadi ngiri nih
ehm ini lage curhat yak bro wakakakakakaakakakak
wah, saya setuju dg cinta yg sederhana.
cinta apa adanya..
adanya motor, ya kt cintai motornya
adanya mobil, ya kt lebih kt cintai lg mobilnya
adanya rumah, lha lebih2 kt cintai
lho? salah ya mas??
tetap cinta sederhana. .
cinta blognya sendiri.
wah,..kajiannya sekarang buku khalil gibran yah