Khairuddin Syach Weblog |

Festival Museum Nusantara

Lembayung Senja

Wednesday Feb 18, 2009

Banyak kejadian beberapa hari terakhir yang membuat hari ini merasa miris. Kejadian yang menimpa sahabat gurem. Lembayung senja akan menulis kisah mereka. Berikut cerita lembayung senja.

Berawal dari kehidupannya yang mengenaskan, Deden pernah hanyut disungai Mahakam lantaran Speed Boat yang ia tumpangi tenggelam disaat melaju dalam kecepatan tinggi. Akhir kisah, beliau terdampa di tambang batu bara yang merupakan komoditi ekspor kota Banjarmasin setelah di tolong oleh Kakek yang baik hati lagi penyayang. Ayo kenalkan kami pada nenek itu sobat :)

Abdee yang bekerja sebagai PNS ini akhir2 ini harus pontang panting menangkapi pedagang K-5 yang mengganggu KENYAMANAN masyarakat pengguna jalan. Salah ding… dia lagi kerja lembur lantaran harus mendata ulang para pemilih yang akan berpartisipasi dalam kampanye damai pemilu 2009 nanti. Karene kerja lembur tanpa komisi ini, matanya menjadi iritasi sehingga ia harus menggunakan kaca mata hitam bila ingin keluar rumah. Untungnya Gaia bisa menghibur dia dengan mengirimkan coklat 1 kardus.

Gagah Putra, seorang sahabat yang tengah sibuk kuliah di UI Depok ini juga mengalami nasib yang sangat menzedihkan. Bagaimana tidak, utk memposting diblognya dan berkomentar diblog teman2, ia harus rela menggunakan pc jaman kuda makan besi dan kadang2 harus mengetik lewat on screen keyboard, semua itu lantaran notebook dell kesayangannya secara tidak sengaja ia cuci pake kuah soto. Hasilnya? Bisa kita bayangkan. Laptop berlumuran darah kuah soto makassar.

Cah sholeh lain lagi ceritanya. Ia masiy berkutat dengan layout blognya. Dia masiy bingung cara menampilkan banner2 iklan di side bar blognya. Cilakanya aku ga bisa membantu karena masiy OON dalam mengutak-atik themes miliknya. Jadilah dia bingung sendiri sambil memegangi kepalanya yang mulai beruban… :)

Lain Cah sholeh, lain pula dengan sobat Endar, blogger yang satu daerah dengan pemeran sinetron komedi Tuyul & Mbak Yul, Samson, yang tenar dengan logat Purwokerto “NGERTI ORA SON” ini, tengah dilanda kegalauan yang luar biaza. Dia takut sekali kena PHK atasannya lantaran dampak dari krisis global. Aku cuma mau bilang “Segala sesuatu itu sudah diatur oleh-Nya sobat, so tetaplah bekerja dan kita sama2 berdoa semoga awan kelabu tidak menyelimuti hari2mu”

Hars, lengkapnya Wiharsono Gunawan, mahasiswa mapala ini (MAhasiswa PAling LAma mangsudnya), tengah dilanda krisis kepercayaan diri kesehatan. Bagaimana tidak, setelah dua pekan nginap dihotel bintang 5 di Surabaya dan sekarang harus tinggal di dalam hutan belantara kantornya untuk menjaga rak2 severnya yg super gedhe itu, kini doa harus bolak balik ke RS, lantaran tadi pagi beliau tanpa sadar menyantap SHABU2. Bukan shabu2 yang dilarang pemerintah itu lho, tapi beliau tadi pagi menyantap BUBUR� UBUR2 dicampur dengan BUBUR BULU BABI, bisa dibayangkan apa yang terjadi. Seluruh anggota tubuhnya penuh dengan duri2 hitam kecil lantaran dia terkena kutukan BABI NGEPET. Halah… Tragis memang nasib si HArs. Sabar ya hars.. Kami menyayangi mu, tanya ajah Gaia kl ga percaya.

Kabar terakhir yang tak kalah sedihnya datang dari Sahabat yang nun jauh disana. Gus Yehia. Yeach..belaiu tengah memangku jabatan tidak resmi sebagai Pengawas Kampanye Damai Pemilu 2009 di salah satu kota di Indonesia. Karena sibuk dengan kegiatan pantau memantau ini beliau melupakan tugasnya sebagai kepala keluarga. Akhirnya bisa ditebak, sang Kekasih mengancam akan memberikan SP 1 bila beliau tidak segera merubah pola hidupnya. Emang pola apa siy? Doi ini terkena syndrom JARUM SUPER alias JArang diRUMah dan SUka PERgi. Kita2 cuma berpesan, bekerjalah dengan 1/2 hati, tapi tetap harmonis dalam rumah tangga. Halah…jelas ini mengada-ada.. :)

Ah sudahlah…Llembayung senja, diufuk mulai bercahaya…Mari kita songsong hari esok yang lebih baik.

Akhir kata mohon maaf bila ada kata2 yang SANGAT TIDAK BERKENAN. *tdk bermaksud menyakiti para sobat aku hanya ingin meningkatkan tali persahabatan antara Blogger Gurem*

Wassalam

Share and enjoy with Khairuddin Syach Weblog
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Propeller
  • Digg
  • Mixx
  • Sphinn
  • StumbleUpon
  • Technorati
Artikel Terkait Berdasarkan Kategori
  • Jakarta Hujan, Udara Dingin, Tumben
  • Terdampar
  • Menepis Segala Ragu
  • Berkomentar Diblog Asing
  • Pendukung Didukung
  • Mulai Lelah
  • Nyantai Aza La Gie
  • Billing Console PS 2
  • Gembira atau Sedih
  • Kuburan Band
  • Surat Perintah 11 Mei
  • Tukang Nggame Seo Contest
  • Pergi Untuk Kembali
  • Sepatu Keberuntungan
  • A True Winner
  • Banner Kampanye Damai
  • Modal Pergaulan
  • Tiga Kasta Blogger
  • Supporting Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
  • Hujan Turun Lagi
  • 22 Comments »

    fitnaaaaaaaaaaaaaaaaah

    Hahahahahahaha….

    February 18th, 2009 | 10:13 pm

    Waduh….kejadian mandi kucing soto itu muncul disini. :mrgreen: Kalo diinget2 lagi rada kesel, tp sekarang ngepost dari pc jadul malah lebi produktip g tahu knapa….hahaha…semoga sahabat2 laen yg lg repot sama nasib bisa cepet dapet keberuntungan….hehe :)

    Semoga Put.. | btw emang garansinya udah habis? Khan masiy bs dibenerin di dealernya (motor kali)

    February 18th, 2009 | 11:07 pm

    hwahahaha…..

    hoi, urusan pendataan pemilih udah 1,5 taun lalu bang…. but, makasih backlink nya…

    Sama2 Dee.. mari kita saling bertukar backlink. Siapa lagi yg mau peduli sama blog kita2, kl bukan kita sendiri yang memulainya Dee
    *bersatu dalam kegureman*

    February 19th, 2009 | 7:30 am

    Khai sudah menemukan dirinya kembali setelah kungkum dua hari sampe keriput di kolong Djambatan AMPERA Soengai Moesi, bahkan kini ia tampil lebih PD (penuh dendam) menghujah *tanya sama si Gus arti kata ini* kawan – kawannya.

    Dua hari puasa rokok membuat imajinasi Khai semakin liar tanpa bisa dibendung *kalau dibendung ia ngamuk* lagi oleh siapa pun, kata demi kata ia rangkai menjadi seutas gurindam penuh makna yang sulit dipahami oleh orang biasa. Beruntunglah kawan – kawan yang disebutkannya di atas ini bukan sekedar orang biasa, mereka adalah manusia pewayangan, berbadan tipis namun liat bagai kulit lembuswana *naga berkepala lembu*

    Tentang kekek tua itu sayang sekali beliau tak meninggalkan alamat YM dan Fesbuknya sehingga sampai hari ini aku tak bisa menghubunginya lagi.

    Ini komen apa posting?

    Hhihihihi.. syukurlah kl kau menyukai apa yg aku tulis den….Semua ini tentu tak lepas dari pesan moral yg kau sampaikan dulu, “ayo ramai2 backlink ke blogku” | memang ada baiknya begitu..saling bertukar backlink agar supaya PR kita cepet naek

    February 19th, 2009 | 10:15 am

    Knapa Nama Khairuddin Syah & Marsudiyanto kagak nongol di postingan?.
    Sukseskah mereka?
    Amankah mereka?
    Berbahagiakah mereka?
    Tanpa aral melintangkah mereka?
    Bukankah dengan ketidaknongolan mereka justru menimbulkan tanda tanya?
    Atau jangan2 dua nama ini nggak terdeteksi?
    Payah… Payah…
    Pikunkah adminnya?
    Lembayung senjapun tak mampu mengklarifikasinya…

    Mereka tidak nongol karena kesalahan teknis mister… | Mereka berdua tidak saling kontak dalam 1 minggu terakhir lantaran kesibukan masing2 *jelas ini mengada-ada* :P

    February 19th, 2009 | 10:26 am

    Hehe… betul sekali mas Khay, tapi kemarin sudah diajari sama guru Besar Gus Yehia, cuman yg masih bingung caranya masukin iklan di space yg disediakan theme mudah-mudahan sang guru nantinya juga tidak keberatan

    February 19th, 2009 | 2:19 pm

    bloggers2 itu mesti punya cerita yang asik ya. Jadi betah lama-lama blogwalking

    asyik ga asyik, kt bikin asyik ajah Pher, namanya juga teman2 akrab. toh yg komen diblog ini cuma sahabat2 thok… jarang ada yg lain, meski jg kadang ada..

    February 19th, 2009 | 4:17 pm

    Jumat-Sabtu Penataran, Minggu-Kamis pindah tempat tapi masih penataran juga. Gak sampai selesai, Selasa ada kabar anak saya kecelakaan (tabrakan)
    Gimana seminggu nggak vacuum?

    Si Alvin atau si bontot mr.? Kecelakaan apakah? *berharap semua baik2 ajah*

    February 20th, 2009 | 12:05 am

    Kabar si penulis sendiri gimana….?semoga kabarnya gak membuat hati miris…..

    Baik2 sajah sis….

    February 20th, 2009 | 1:13 am

    waduh harus ketuk-ketuk pintu dulu baru bisa komen..
    terima kasih ya mas sampeyan telah menentramkan hati saya. nggak rugi deh bersahabat dengan sampeyan. lah kok malah ngitung untung rugi gimana nih saya.. pokoke tak tunggu di baturaden deh.. kalau hari sabtu, minggu waktu saya selalu selalu longgar. hari senin-jumat mburuh hehehe..

    Sudah sepatutnya kita saling mensupport dalam segala hal sobat
    Insha allah sy akan kesana sobat ndar…

    February 20th, 2009 | 8:25 pm

    saya kok jadi lapar ya…

    mi goreng dua bang…

    February 21st, 2009 | 1:40 pm

    test

    February 21st, 2009 | 1:47 pm

    horee….. avatarku sudah keliatan lageeee…..

    Mana?? kok gitu??

    February 23rd, 2009 | 8:17 am

    klo pemilu ada Panwas dan KPU, kompieku ada CPU

    samalah..aku juga ada PAKU (lho?)

    February 24th, 2009 | 10:12 pm

    semoga semua temans baik2 saja sekarang…

    February 26th, 2009 | 6:06 am

    ehmm…… !! “sambil garuk2 kepala ”

    Awas mbahkung, itu gejala ketombe. *ngasih sampo clear anti ketombek sama mbahkung*

    February 28th, 2009 | 11:34 pm
    Rifki:

    Moga kakak sehat selalu..

    Amin.btw ini kok ga ada URLnya?? Lom punya blog? Minta sama gus sono gih

    March 4th, 2009 | 7:28 pm

    Alfitonah ….. fitnah lebih kejem daripada tidak menfitnah……
    nama gue bukan ituuuuuuuuuu
    *injek2 khay*

    March 29th, 2009 | 3:05 pm

    tulisanmu sahabat selalu punya warna tersendiri, nice ^_^
    yups, moga hari ini kita hadi pribadi yg lebih bermanfaat, amiin

    April 24th, 2009 | 7:46 am

    Lembayung Senja | Khairuddin Syach Weblog…

    Banyak kejadian beberapa hari terakhir yang membuat hari ini merasa miris. Kejadian yang menimpa Deden, Abdee, Gagah, Cah Sholeh, Endar, Hars dan Gus Yehia….

    July 19th, 2009 | 10:26 am

    :D ada2 aja khai

    January 17th, 2010 | 7:19 am
    March 4th, 2010 | 1:44 pm
    Tinggalkan Pesan Yang Bagus Yah...Tar dapat Perment

    Mari kita sukseskan even Festival Museum Nusantara, kawan.

    Comment